maaf pukul 4 subuh

14 11 2011

Cerita hari ini

8 November 2011

Sayang…

Kau tau sampai detik ini, isakan pukul 4 subuh itu masih terngiang jelas di telinga dan saraf-saraf ingatanku.

Sakit.

Aku menyakitimu sayang… dan kata maaf tak akan pernah sebanding dengan kesalahan sekecil apapun. Dari jumlah hurufnya saja sudah jelas. M-a-a-f hanyalah kata sederhana dengan empat huruf. Sedangkan k-e-s-a-l-a-h-a-n sembilan huruf.

Maaf hanyalah secuil kata sederhana yang tak akan bermakna tanpa kesungguhan. Sedangkan kesalahan, adalah sebuah tindakan yang meski dilihat dari sisi manapun tetaplah perbuatan yang tidak benar. Salah tentu saja.

Sayang…

Kau tau, orang yang menyakiti lebih sakit daripada yang disakiti? Dan itu benar. Rasanya seperti meninju kaca untuk menghancurkannya tapi malah merobek dan mendarahi tangan sendiri.

Aku ingat menyebutmu lelaki egois. Dan itu melukaimu. Sangat malah. Kau bilang jangan lagi sebut dirimu seperti itu. Karena itu sama sekali tak benar. Kau bilang kau hanya sangat-sangat merindukanku setengah mati. Ingin mendengar suaraku. Kita berbicara. Lalu bercinta. Berbicara. Lalu bercinta lagi. Begitu seterusnya hingga ayam berkokok dan orang-orang mulai menyadari pagi telah datang.

Semuanya telah kau rencanakan. Matang. Dan terprediksi.

Tapi ternyata aku tak memenuhi peta rencanamu. Tiba-tiba aku jadi sangat mengantuk dan merasa pusing. Maafkan aku merusak rencanamu sayang. Aku tau kau akan kesal dengan kalimat maafku itu. Kau akan bilang kalau aku sama sekali tak merusak rencanamu.

Aku hanya ingin mengatakannya sayang. Aku memang mengacaukannya. Ah, lagi-lagi aku jadi pengacau. Padahal kebiasaan itu sudah lama kutinggalkan.

Sayang, kumohon, jangan berfikir yang tak mungkin terjadi. Jangan pernah berfikir aku tak mau mendengar suaramu.

Suara itu seperti lagu yang selalu ingin kuputar sepanjang hari. Kadang membuatku bersenandung sendiri tanpa peduli siapa disebelahku. Kadang membuatku tak tahan ingin bergoyang. Kadang membuatku menitikkan air mata karena tersentuh.

Suaramu gairahku. obat penenangku.  Lagu nina bobo ku.

Apa yang kukatakan, memang begitulah adanya sayang. Tolong hentikan ketakutanmu tentang aku. Karena aku tak akan membuatmu takut sayang. Percayalah.

Dan akhirnya, aku harus mengatakan ini. Maafkan aku sayang…

Aku hanya tak mau punya cinta yang egois. Cinta dengan kepentingan-kepentingan. Cinta seharusnya tak seperti itu.

Meski aku bukan ahlinya, tapi setidaknya menurutku cinta itu memberi. Cinta itu memahami. Meski kadang mustahil untuk memahami, setidaknya ia menerima. Menurut seorang penulis yang ku sukai, karena cinta adalah kosong. Ia adalah ruang kosong yang teramat lapang sehingga bisa menampung apa saja.

Aku mengatakan ini karena aku telah memilihmu. Aku tak ingin berbalik pulang karena aku sudah melangkah.

Aku sayang kamu…

Bintaro, kamar kipas angin


Actions

Information

4 responses

19 11 2011
salmizul fitria

siapa laki-laki ini?tak pernag aku mendengar cerita se bait pun tentang dia kecuali melalui tulisan…apa aku pantas tahu?

19 11 2011
sonyawinanda

ya, tentu saja kau pantas tau, dan aku rasa kau telah mengetahuinya sedikit demi sedikit lewat tulisan-tulisan ku… percayai intuisimu. karena begitulah caraku memandangnya

19 11 2011
etha

So insipire ……..🙂

20 11 2011
sonyawinanda

thanks etaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s