Takut

22 11 2011

Caramu mencintaiku tak pernah sama dengan siapapun kepada apapun. Sejauh ini kau satu-satunya lelaki yang mampu membuatku takut setengah mati. Takut kau tak suka lagi padaku. Takut kehilanganmu. Bahkan aku takut jika membuatmu kesal, sedikit saja.

Saking besarnya ketakutanku. Tanpa akal sehat yang cukup. Aku rela saja menuruti kemauanmu.

Saat kau marah, dengan senang hati aku akan meminta maaf. Mengakui bahwa keadaan brengsek ini sepenuhnya salahku. Dan aku akan menebus dosaku dengan melakukan keinginanmu.

Semua itu hanya karena aku takut. Takut kau tak suka lagi padaku. Takut kehilanganmu.

Meski kadang, otak cerdasku sadar bahwa aku sama sekali tak bersalah. Tapi dirimu. Namun aku tak berminat untuk menyinggung itu. Ya, lagi-lagi karena aku takut kau tak suka lagi padaku. Takut kehilanganmu.

Kau begitu ahli dalam hal ini. Tanpa kusadari, aku akan melakukan semua yang kau pinta tanpa merasa berat. Sedikitpun. Kuakui kehebatanmu dan tentunya kebodohanku. Entah di mana kau mempelajarinya. Tapi kurasa itu adalah bakat. Satu-satunya bakat yang kau miliki. Dan sangat berfungsi dengan baik.

Kau masih ingat saat aku melakukan segalanya untukmu?

Saat kau sibuk, saat kau tak mau, saat kau tak mampu, Aku yang akan melakukannya untukmu. Semuanya. Dengan sempurna. Karena jika tak sempurna kau akan murka. Dan aku akan mati jika kau murka.

Semua waktuku untuk mengabdi padamu. Aku seperti lupa segalanya. Jika kau memintaku melakukan sesuatu dan ternyata aku tak bisa, aku akan mempelajarinya. Dan dalam waktu yang singkat, dengan cerdas, aku akan menguasainya.

Begitulah, kau sangat tergila dengan kesempurnaan. Dan aku pun harus jadi wanita sempurna di matamu. Da ya, aku akan mewujudkan itu. Bagaimanapun caranya.

Aku sangat menginginkanmu.

Saking inginnya, aku terlalu sering merasa cemburu. Cemburu yang bodoh. Cemburu memang refleksi perasaan tak aman terhadap sesuatu. Merasa terancam dan rendah diri. Sayangnya, aku memang begitu. Cemburu dan bodoh.

Aku benci sekaligus tak peduli pada diriku. Satu-satunya hal yang mengisi sel-sel saraf otakku adalah kau.  Dan aku tak bisa berbuat banyak karena aku takut. Takut kau tak suka lagi padaku. Takut kehilanganmu.


Actions

Information

4 responses

23 11 2011
tutihandriani

kalau kamu takut kehilangannya, peliharalah dia..

23 11 2011
sonyawinanda

aku sudah kehilangan dia…

25 11 2011
tutihandriani

apakah tokohmu, lelakimu yg dulu? bukan yg sekarang?

25 11 2011
sonyawinanda

you know me so well lah..hihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s