Memilih lelaki seperti memilih sepatu

24 11 2011

Sebagai seorang perempuan, tentunya anda butuh sepatu. Ya, baiklah saya paham, lelaki juga butuh sepatu. Kita, manusia normal butuh sepatu. Pembicaraan selesai.

Namun ada perbedaan mendasar alasan dibutuhkannya sepatu bagi lelaki dan perempuan. Lelaki membutuhkan sepatu lebih karena alasan fungsionalnya. Sepatu dipakai untuk melindungi kaki dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Sebagian juga menginginkan sepatu yang sedikit bergaya agar mendukung penampilan. Oleh sebab itu mereka (lelaki) lebih memilih sepatu yang bermerek, kuat, tahan lama dan tidak terlalu banyak aksen. Dan lelaki tak butuh 3 lemari sepatu.

Photo by Rahmad Doni

Sebaliknya, perempuan tak semata-mata membeli sepatu karena fungsi. Sepatu seperti identitas bagi seorang perempuan. Setiap jenis sepatu akan menciptakan image tertentu bagi perempuan. Untuk membeli sepasang sepatu, perempuan bisa menghabiskan waktu berjam-jam bahkan berhari hari. Hari pertama survey semua toko di kotanya. Hari kedua menentukan tiga toko terbaik. Hari ketiga menentukan tiga pasang sepatu terbaik. Hari keempat, berfikir di rumah. Hari kelima membeli. Kadang terjadi seperti itu.

Namun ada juga perempuan yang butuh waktu 10 menit saja. Pertama melihat sepatu, langsung katakan nomornya berapa lalu bayar. Cara seperti ini sangat beresiko. Kemungkinan terbaiknya sepatu itu tetap nyaman dipakai dan meningkatkan rasa percaya diri. Tak menyulut penyesalan. Kemungkinan buruknya sepatu itu mendadak jadi menjijikkan dan tidak enak dipakai. Sukur-sukur ada yang mau beli lagi. Kalau tidak, ya, jadi penghuni abadi lemari saja. Bagi yang ekstrem, akan membuangnya.

Lalu apa hubungannya perkara memilih sepatu ini dengan lelaki?

Lelaki yang saya maksud di sini adalah lelaki sebagai pendamping hidup. Perlu dicatat, perumpamaan ini tidak bermaksud merendahkan lelaki (karena letak sepatu di kaki). Sebaliknya ini semacam penghargaan yang besar dari perempuan. Sepatu adalah benda yang sangat penting bagi perempuan. Bayangkan saja kalau seorang wanita karir yang mobile memakai sepatu kekecilan yang melukai kakinya. Semua rencana hari itu bisa berantakan karena dia kesakitan.

Sama halnya dengan sepatu, perempuan menginginkan lelaki yang nyaman ‘dipakai’ sepanjang hari. Juga cocok dalam keadaan apapun. Enak dilihat, stylish, tapi tidak menyakiti. Kalaupun dia memiliki heels, harus yang kuat tapi tetap terlihat memukau.

Ada banyak pilihan sepatu dengan model, merk, dan harga yang bervariasi. Begitupun dengan lelaki. Ada berbagai macam bentuk, penampilan, karakter, dan kekayaan yang dimiliki lelaki.

Sekarang tergantung perempuannya. Apakah ia menginginkan sepatu murahan, tak bermerk, tapi modelnya sama persis dengan yang original? Untungnya sepatu-sepatu itu dengan mudah diganti dan dibeli lagi. Sayangnya tak akan bertahan lama. Ini tipikal perempuan yang hanya ingin bersenang-senang dengan lelakinya. Sementara.

Atau perempuan yang tergila pada sepatu kaca yang luar biasa cantik dan mahal. Jenis ini akan benar-benar memukau siapapun yang melihat. Sayangnya hanya bisa dipakai pada situasi tertentu. Jika dipakai pada keadaan yang tidak tepat, akan menyakiti. Seorang perempuan pecinta bentuk fisik dan kekayaan.

Juga ada perempuan yang memilih sepatu jenis kets. Stylish, harga terjangkau, tahan lama dan bisa dipakai berlari sekalipun. Untuk situasi tertentu, perempuan jenis ini akan mengakali ketsnya agar tetap terlihat menawan. Tapi memang tak secantik high heels. Perempuan yang tak banyak maunya asal nyaman.

Di kehidupan nyata, perempuan butuh lebih dari sepasang sepatu. Karena masing-masing punya daya tariknya sendiri.

Pada akhirnya, meski di 3 lemari anda ada ratusan pasang sepatu, akan ada satu pasang sepatu kesayangan yang selalu ingin anda pakai. Maka hati-hatilah memilih lelaki! Ups! Sepatu maksud saya…


Actions

Information

16 responses

24 11 2011
tutihandriani

kamu banget..

24 11 2011
sonyawinanda

apanya ni yg aku bgt?

25 11 2011
tutihandriani

cara milih sepatunya..haha

24 11 2011
elldaysgallery

aku wanita dengan sepatu kets.. kadang balet sih tapi tetep yang sporty biar bisa dibawa “berlari” hahahahaha
high heels ga aku banget paling pas wisuda ntar aku pake hahaha oya pasa publik speaking juga pernah pake high heels tapi ga nyaman akibatnya nilai aku B … hahahaha

24 11 2011
sonyawinanda

oke wanita sepatu kets. yah, dan aku tau pasti lelakimu seperti apa, terjangkau, ga jelek ga cakep juga, yang penting asik aja,,ahahahah

24 11 2011
mea

hahaha…
dulu aku sangat menyukai spatu balet yang lebih simpel n fleksibel d’bawa kmana-mana…tp sekarang widges lebih menarik prhatian ku..bisa menunjang agar terlihat lbih tinggi..beda ama high heels. sepatu itu juga pernah aku pakai pas pub.speaking..aku sangat menyesal memakainya..pub.speaking dn C..smO jo kew..hAhaha..aq kangen masa2 itu…

24 11 2011
mea

hahaha…
dulu aku sangat menyukai spatu balet yang lebih simpel n fleksibel d’bawa kmana-mana…tp sekarang widges lebih menarik prhatian ku..bisa menunjang agar terlihat lbih tinggi..beda ama high heels. sepatu itu juga pernah aku pakai pas pub.speaking..aku sangat menyesal memakainya..pub.speaking dn C..smO jo kew..hAhaha..aq kangen masa2 itu…

24 11 2011
sonyawinanda

hohoho. ternyata pilihanmu wadges, hmm… semoga kamu dapat lelaki seperti sepatu kesukaanmu itu yaa… ga malu2in, menunjang penampilan, nyaman dan terjangkau,,heheh

24 11 2011
mea

amien…doain aja afgan…hahahaha..

25 11 2011
sonyawinanda

ngimpiiiiiiiii

25 11 2011
Adeira12

memilih lelaki = memilih sepatu?
hmm…
kita lebih suka sepatu kets + sandal jepit, hehehehhe…
#tulisannya bagus ^_^

25 11 2011
sonyawinanda

thanks mak…. sepatu kets dan sandal jepit?wah.wah.aku mulai mengerti pilihan lelakimu seperti apa,,,ahahahah

21 12 2011
Septri Lediana

Kalau dia adalah sepatu yang selalu bisa berubah wujud sesuai kebutuhan bagaimana, Sis? kadang sepatu kets, kadang sepatu ballet, kadang high heels, kadang Boot, kadang wedges…. wah kalau ada ‘sepatu’ model begini baru keren dah.🙂

21 12 2011
sonyawinanda

hmmm… sepertinya ada. tapi harus teliti dan sabar dalam memilihnya. karena ‘sepatu’ yang punya kemampuan seperti ini bukan sepatu sembarangan. diincar semua orang. bisa lebih ngetop daripada sepatu kaca cinderela. sepatu yang sangat2 mengerti kebutuhan ‘pemiliknya’ moga2 ada banyak ya…

27 12 2011
loVa"s

memilh wanita seperti memilih parfum semua parfum wangi tetapi tidak semua parfum disukai……………………………………………………………………………………………………………………………………………….!!!!!!!!!!!!!!!

27 12 2011
sonyawinanda

lova: ya, ada parfum yang terlalu keras baunya,, wangi tapi menyengat hidung, ada yang wanginya lembut, segar, atau menggoda, semua masalah selera… everyone has their own standard…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s