Ibuku sayang mantan pacarku

29 11 2011

Pernah tidak ketika anda putus dari sang pacar, si mama malah menangis sesenggukan dan tak bisa dibujuk dengan apapun selama beberapa jam? Seakan-akan kita telah berbuat kesalahan tingkat nenek buyut nya guru wirosableng! Dan mendesak agar hubungan itu disambung kembali?

Beberapa waktu yang lalu hal itu terjadi pada saya. Dan semuanya menjadi tujuh kali lebih sulit ketika si mama menentang keputusan itu. Karena pendapat si mama memang sangat penting di sebagian besar hidup saya. Yang lainnya saya tak peduli.

“Kamu ga punya perasaan ya? Tega berbuat seperti itu!” katanya sambil terus menangis.

Saya tak tahu apa yang harus dilakukan saat itu selain diam dan mendengarkan. Karena kalau dijawab, perdebatan dan tangisan akan semakin panjang dan tak berujung.

Saya memang sudah hidup bersama si mama selama 23 tahun. Saya paham benar bagaimana dia dan karakternya. Sensitif, tak tegaan, iba hati dan melankolis. Sesungguhnya mama tak benar-benar paham apa yang terjadi.  Tangis itu karena dia tak sanggup melihat mantan pacar saya menderita.

Mereka berdua memang dekat (mama dan mantan pacar). Hampir setiap hari bertemu ketika sang mantan mengantarkan saya pulang. Mereka kerap bercerita. Cerita apa saja. Kadang cerita mereka sama sekali tak saya pahami. Suatu waktu mereka membicarakan keadaan masing-masing. Lalu dilain waktu mereka membicarakan bisnis properti. Pernah saya dengar mereka juga bercerita tentang sakitnya melahirkan!

Sang mantan kadang datang ke rumah meski saya sedang tak di rumah. Hanya menonton televisi dan menemani mama memasak (kadang dia yang masak). Dia memang tak terlalu suka memanjakan mama dengan membawakan oleh-oleh. Dia hanya menjadi pendengar yang baik.

Semua itu belum tentu bisa selalu saya lakukan. Bukan karena tak sayang mama, tapi saya termasuk anak yang tertutup dan tak terlalu suka cerita-cerita. Tapi dia melakukannya. Perlahan mama dan mantan pacar memiliki ikatan emosi yang kuat. Bahkan si mama memberi julukan ‘anak pertama’ padanya. Padahal sayalah anak pertama dikeluarga.

Adik saya satu-satunya juga begitu. Sayang pada si mantan. Dia sangat paham hobi si adik dengan otomotif. Semuanya menjadi lebih sulit lagi.

Terlepas dari semua itu. Ini adalah hidup saya. Yang mengambil keputusan tetaplah saya. Apakah saya harus menuruti si mama, kembali pada sang mantan? Sementara keputusan ini bukan hasil pemikiran semalam. Saya sudah memikirkannya jauh-jauh hari bahkan jauh-jauh tahun.

Yang diperlukan di sini adalah kemampuan menjelaskan dan meyakinkan. Bukan menentang. Saya berusaha memosisikan dirinya (mama) pada posisi saya dengan segala kesulitannya. Menjelaskan sebaik mungkin baik buruknya jika saya mempertahankan hubungan ini.

Pada akhirnya mama mengerti. Ia tidak lagi merongrong saya dengan pertanyaan-pertanyaan aneh seputar hubungan itu. Semua perlahan berlalu.

Hingga tadi malam mama mengirim sebuah pesan singkat.

“Si #&%#* kabarnya gimana ya? Mama tadi mimpiin dia. Mama kangen cerita-cerita lagi kayak waktu itu. Kamu ada sehat-sehat aja di sana? Kapan ke pulang ke Padang?”


Actions

Information

6 responses

30 11 2011
tutihandriani

speechless.. tiba-tiba aku kasian mama dan mantan pacarmu. hi😀

30 11 2011
sonyawinanda

yeah, this is sad memory sista. terkadang aku ingin tak pernah mengalaminya

1 12 2011
mea

kq si #&%#* sih nyot…hahaha…but I kow exactly who he is…wwkwkwkwk

1 12 2011
sonyawinanda

galak kao!!! nama disamarkan

3 12 2011
lola

hahahaaaaa

4 12 2011
meila

hahahahaha…

kisah nyata ya non

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s