Short Term Memory

29 12 2011

Cerita hari ini

29 desember 2011

Sayang… mengapa tak menulis lagi untukku? Aku rindu… Memang kita selalu berbicara lewat kabel, sinyal, jaringan, atau apalah namanya. Kita tetap saling mengabari. Meski sekedar mengatakan aku sayang kamu di tengah malam yang terlanjur gelap.

Tapi tetap saja semuanya butuh dituliskan. Karena keterbatasan otakku, akibat penyakit short term memory yang dideritanya, aku jadi mudah melupakan sesuatu. Seketika memejamkan mata dan tertidur, aku akan lupa apa yang terjadi dihari sebelumnya.

Sayang… aku takut. Tapi jangan marah dulu. Ini hanya sekedar ketakutanku saja. Belum terjadi dan semoga tak pernah terjadi. Aku takut lupa hal-hal penting yang kita lalui. Aku takut lupa makan malam romantis kita di tepi danau waktu itu. Makan malam diiringi alunan jazz lembut pilihanmu. Aku takut lupa janjiku untuk tak pernah melupakanmu di sore badai itu. Aku takut lupa rambut ikalmu yang selalu diikat sebagian itu. Aku takut lupa siapa kamu sayang… Membayangkannya saja sudah sangat sangat menakutkanku.

Maka kumohon menulislah untukku… maka aku akan mengingat.

Sayang, sekarang kakiku sering sakit. Telapaknya seperti habis diinjak-injak. Pergelangannya sakit kalau dibawa berlari. Mungkin karena terlalu lama berdiri di kereta dan berdesakan. Belum lagi aku harus melakukan tugas-tugas yang kadang juga menuntut waktu berdiri lama. Tapi semua itu tak masalah. Aku melakukannya dengan senang hati. Ini pilihanku. Aku paham benar resiko dan keuntungannya.

Aku senang punya pengalaman yang jauh berbeda. Aku semakin merasa kurang. Banyak hal yang belum kuketahui. Ini membuatku bergairah sayang. Aku belajar lagi. Meski bukan di kampus, setidaknya mengurangi kerinduanku. Ini belum apa-apa. Masih banyak stage yang harus kutakluk kan dan aku akan menaklukkannya.

Tak jadi soal aku harus bangun dan berangkat lebih pagi. Tak jadi soal aku jadi sering berkeringat. Tak jadi soal aku harus berusaha 2 kali lebih keras. Tak jadi soal aku sedikit merasa sakit bahkan berdarah-darah. Aku menyukainya.

Aku tau kau juga sedang melakukan hal yang sama sayang. Dengan caramu tentunya. Tetaplah berjalan bersisian denganku. Menggenggam tanganku erat menuju akhir yang sama.

Lelakiku, perempuan hebatmu akan segera datang… maka bersiaplah, karena perempuan hebat kadang tak suka menunggu.


Actions

Information

4 responses

30 12 2011
tutihandriani

aku merasakannya..
beda dengan lelakimu yang pintar menulis, lelakiku jauh. sama sekali tidak bisa.
tp senengnya, dia mau belajar. dari nol…. sekarang dia mulai rajin menulis untukku.
(pamerr aku y?) he

30 12 2011
sonyawinanda

hahahha… dia sama sekali ga bisa dan ga pernah nulis sebelumnya. tulisan2nya di blog ini adalah tulisan pertamanya. dia dan lelakimu sama2 belajar dari nol kok… jadi sama2 pamerrrrr..he

18 01 2012
tutihandriani

bedanya… kami punya halaman khusus.. hi.. pamerrr lage..

18 01 2012
sonyawinanda

dasaarrrr..pamerr terussss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s