Lelaki Pesaing yang Merindu (balasan)

1 01 2012

Tidak ada kata yang paling tepat untuk mengawali surat ini, selain kata maaf. Meskipun kau tidak begitu suka dengan kata ini, tapi aku ingin bercerita sedikit disini, aku harap kau punya waktu untuk duduk dan menikmati kopi panasmu dan mendengarkanku bercerita.

Ini bukan keadaan sayang, bukan juga aku yang berusaha membuatmu lupa dengan cerita sebelum makan malam itu, tapi ini adalah tentang kita, aku begitu terkesan membaca beberapa tulisanmu dan aku mulai menyadari aku harus lebih susah untuk bisa merasakan senang itu. Tunggu, aku belum selesai. Bukan memasukkan mu dalam kategori itu, hanya saja aku terlalu menikmati ini dan membuatku menahan air mata untuk merasakan rindu kepadamu.

Mafkan aku sayang, aku tahu kau tidak akan membaca tiga kata di depan paragraf ini tapi akan selalu ku ucapkan di sepanjang suratku. Meskipun sekarang aku baru hanya bisa menuliskannya, aku harap aku bisa termotivasi untuk mewujudkan. Maaf itu untuk mu, berdoa’lah sayang karena ku juga mendokan itu.

Aku sadar belakangan ini aku adalah lelaki yang sangat manja, egois, dan juga pelupa. Aku lupa mengingatkanmu untuk periksa ke dokter, aku terpukul sayang, aku sedih, aku menangis menyadari diriku yang tak kau inginkan ini. Dan berdoa di dalam hatiku, mohon jangan jadikan aku seperti yang tak Kau kehendaki ya Allah, karna aku tahu Kau menginginkan hamba yang mengingat keselamatan sesamanya. Jadi maafkan aku telah jadi pelupa wanita ku.

Sayang kau ingat pasangan tersesat yang kita temui pada suatu malam di sebuah angkutan kota yang dulu? Kota kau juga aku selalu teringat hal itu jika aku melakukan perjalanan, sebenarnya aku malas untuk mengungkap hal ini, tapi aku takut kau tidak mengerti, biarlah aku katakan sekarang…..

Aku merindukanmu, aku bukan mengingat kedua pasangan nekat itu..tapi aku ingat saat kau berkata “mesti dicoba ini” kadang aku tertawa sendiri di angkutan kota tersebut jika mengingat hal itu, apa karena sebentar lagi kita melakukannya…mmmm mudah-mudah-han kau mengerti.

Sayang aku mau suatu hari nanti ceritakan kepadaku tentang tempat kerjamu yang baru, teman-teman  baru mu dan juga atasan baru mu, oh ya  kantin yang baru juga ya, heheh. Aku ingin merasakan apa yang kaurasakan, setidaknya membayangkan saja itu cukup untukku.

Dan sayang terkadang aku mau menanyakan hal ini kepadamu, tetapi aku takut nanti kau marah, dan kembali ceramah panjang lebar kepadaku. Aku bukan tidak menyukai ceramahmu, kau hebat dalam ceramah, dan jika mamah dedeh berusaha menyaingi mu dia tidak akan bisa, karena dari satu kategori kau selalu unggul dari wanita manapun dan aku harap kau untuk berpegangan setelah membaca ini. Kau terlau cantik untuk disaingi sayang, penyaingmu hanyalah aku, dan hanya aku yang bisa membuatmu sedikit berkeringat.

Sabar …! Jangan marah dulu. Karna aku punya kabar bagus untuk mu, aku akan mengikuti jejakmu yang sudah mulai pudar di basuh riakan air di bibir pantai. Meskipun masih sedikit jelas, tapi aku berdoa untuk tersesat dan menemukan jalan ku sendiri. aku akan ke Bandung sayang, dan meninggalkan pekerjaan lamaku untuk melihat dunia bersamamu. Walau tidak sekarang tapi aku yakin itu pasti disuatu saat nanti…amin.

Sayang aku mohon doa mu dan semoga saja jalan yang aku pilih untuk menjadi jalanan baru ku ini adalah jalan kebenaran untuk bertemu kau dari depan bukan mengejar dan memperhatikan punggungmu saat berjalan, karena aku adalah pesaingmu.

Aku tidak berharap kau akan menemuiku di bandara nanti, aku hanya berdoa tuhan akan mempertemukan kita, dan kita masih tetap di jalan kita masing-masing.

Aku ingin mengakhirinya dengan mu, menemukan jalan terang bersamamu dan melangkah dengan kaki kita menuju halaman berrumput hijau dan berbunga aku akan memdekatkan mu dengan mimpi itu. Jadi kau tidak akan lupa lagi dengan makan malam itu karna kita akan melakukannya setiap malam dengan alunan jazz mendayu-dayu di telingamu, menonton film kesukaan mu dan menceritakan kebodohan masa lalu kita….ooohhhhh

Maaf sayang aku terlalu mengkhayal kali ini, aku tidak mau kau menghabiskan kopi mu sebelum kau selesai membacanya. Aku terlalu bersemangat untuk impian ini, aku akan kembali bercerita sedikit lagi untuk mu.

Aku akan bersiap untuk bertemu wanita tak suka menunggu ku. Aku tidak akan membiarkan ketidak sukaannya itu membuatnya menunggu. Aku akan membuatnya sabar memperhatikan aku menyirami bunga-bunga dari kejauhan. Tunggu  aku sayang, jangan menemuiku karena aku akan membuatmu lebih dekat dengan ku, lebih dari sekedar bertemu.amin.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s