Cafe Latte di Sudut Lapangan

2 01 2012

Cerita hari ini

02 Januari 2012

Duduk di balkon menikmati caffe latte sambil membaca suratmu adalah sesuatu yang damai. Bagaimana ya cara mendeskripsikan damainya? Hmm… seperti ada angin sejuk berhembus disekitarku lalu sesuatu yang hangat mengalir di tenggorokanku. Keduanya terjadi secara bersamaan. Lalu tiba-tiba suasananya berubah jadi ink, warna-warna salah terlihat indah. Seperti langit kotor tanpa bintang di atasku, jadi penuh sesak oleh bintang-bintang. Bulan yang sembunyi juga tampak bulat sempurna sayang. Putih bercahaya.

Aku tau waktu itu aku marah. Karena kau melupakan. Melupakan sesuatu yang seharusnya kau ingatkan. Namun aku juga tau, aku tak perlu begitu. Aku hanya sedikit sedih sayang… seolah semua itu tak begitu penting bagimu. Aku ingin kau tetap mengingat.

Sayang, aku paham sebenarnya itu bukan lupa, tapi kau memilih untuk melupakan karena kau takut kenyataannya buruk. Lebih baik tak tau sama sekali. Lalu bagaimana jika kenyataannya memang buruk? Apa kita harus berpura-pura semuanya baik-baik saja hingga semuanya menjadi terlalu terlambat? Apapun yang dilakukan jadi tak berguna lagi sayang… begitukah?

Terkadang kenyataan memang menakutkan. Lalu bagaimana jika benar-benar menakutkan? Apa hidup harus berhenti karenanya? Tidak sayang… dengan kepala tegak sempurna, kita harus tetap berjalan. Karena hidup perlu dilanjutkan. Dilanjutkan dengan baik.

Sayang… kau bilang ingin mendengar cerita tentang kehidupan baruku. Perbaiki posisi dudukmu hingga nyaman. Aku akan mulai bercerita.

Hari ini penempatanku. Hmm…cukup jauh, satu setengah jam perjalanan kereta api mungkin. Kenapa mungkin? Karena aku juga belum tau sayang. Besok hari pertama aku kerjanya. Doakan aku ya. Doakan semua baik-baik saja dan aku mendapatkan yang kuinginkan. Aku yakin Tuhan punya rencananya sendiri untukku di sini. Dan Tuhan pasti memberi yang terbaik untuk umatnya.

Ah, aku deg-deg-an hari pertama besok. Semoga orang-orang di sana senang dengan kehadiranku jadi aku enak kerjanya. Aku tau aku bisa karena aku akan menguasai keadaan. Amin.

Pelatihan di bulan Desember kemarin memberi banyak pelajaran. Aku merasa bersemangat sayang…  banyak orang-orang dengan optimisme tinggi di sekitarku. Mereka orang-orang yang punya mimpi dan pelan-pelan telah mewujudkannya. Mereka memulainya semuanya dari nol. Dan itu tak mudah. Mereka jatuh bangun dan terluka. Tapi semua itu tak sedikitpun membuat mereka menyerah. Mereka tak berfikir dan tak mengatakan hal-hal negatif. Meskipun hidup mereka hampir tak tertolong lagi. Tapi kau adalah apa yang kau pikir dan katakan maka berhati-hatilah memilih pikiran dan kata-katamu.

Sayang… bagaimana dengan mimpimu? Apa kau sudah menyiapkan segalanya? Siap-siap mimpi itu jadi kenyataan. Jangan sampai ada yang tertinggal. Kau tau aku akan selalu memberi teriakan-teriakan kecil dari sudut lapangan. Hingga kau tak kan merasa lelah mengejar bola. Because i’m your number 1 fan. Ketika kau merasa kehausan, pergilah ke tepi menjemput minumanmu dari tanganku. Ketika kau merasa lelah, kau tau ke mana harus mencariku dan bersandar sejenak. Dan ketika kau tak lagi ingin bermain, jalan pulang masih tetap sama sayang…


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s