Jarak Tak Membuat Lupa

9 01 2012

Bagaimana menghilangkan jejak-jejak terbiasa ini? Aku tak pandai caranya. Aku terus saja mengingat. Mengingat di sela-sela hujan. Mengingat di pertengahan lagu just the way you are nya bruno mars. Mengingat di jeda suapan nasi bungkus.

Aku tak mau ingat kau. Aku tak mau ingat kau. Aku tak mau ingat kau.

Sayangnya aku tetap ingat. Apa harus kurusak-kan otak ini agar aku berhenti mengingat? Padahal kita telah berjarak ribuan kilometer. Tak pernah lagi bertemu. Tak pernah lagi saling mendengarkan suara. Atau sekedar mengintip foto di dunia maya. Tapi tak ada guna. Aku tetap ingat.

Dulu, kau adalah aku. Dan aku adalah kau. Kita saling memiliki. Tak ada yang salah. Semua terasa indah dan benar.

Lalu dia membuat  segalanya terasa salah. Aku murka. Sampai matipun dia tak kan kumaafkan. Dia harus rasakan yang kurasakan. Air mata dibayar air mata. Darah dibayar darah. Aku bersumpah untuk menyengsarakannya meski harus membawa serta diriku. Karena aku sadar, aku dan dia tak termaafkan.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s