Ibu Aneh dan Lebaran yang Sepi

27 08 2012

Tanpa keributan, tanpa lontong gulai paku, tanpa ketok-ketok pintu minta THR, tanpa tergesa-gesa menunggu angkot menuju rumah saudara, Tanpa apa-apa. Ini benar-benar lebaran yang aneh dan sepi.

Photo by Rahmad Doni

Dulu, dulu sekali, sebelum aku cukup gila memutuskan untuk pergi dari rumah, rasanya semua biasa-biasa saja. Tak ada yg istimewa. Keributan ibu yang selalu memaksaku membantunya mengiris ini itu untuk makanan pagi hari raya. Lalu kemarahan ayah karena hal-hal remeh yang tak masuk akal untuk dimarahkan. Atau kehebohan karena adikku yang selalu menemukan cara melarikan diri dari tugas memasang karpet dan kordeng baru. Pada akhirnya kita semua harus bergadang. Meski beberapa tahun belakangan hanya Ibu yang bisa mempertahankan matanya tetap menyala. Ah, itu ritual sebelum lebaran yang ribut.

Sedikit berbicara tentang Ibuku, dia perempuan yang luar biasa dengan 1001 keanehannya. Sebagai anak perempuan satu-satunya, aku merasa sedikit sombong dan berkuasa di rumah. Tingkat keegoisanku cukup tinggi. Aku tak bisa disuruh, didebat, apalagi disalah-salahkan. Sifatku benar-benar buruk ya? Membuat orang yang bicara denganku bernafsu untuk melemparkan CPU ke kepalaku (tapi untunglah sampai saat ini itu belum terjadi). Akhir-akhir ini aku berfikir cukup lama, bagaimana bisa Ibu tetap sabar, bernafas dan tersenyum hidup denganku selama ini ? tanpa berusaha meracuniku yang selalu meracuni hatinya hampir setiap hari? Ini aneh bukan?

Dia juga perempuan yang sangat keras sekaligus sensitif. Memusingkan. Kadang memarahiku dan adikku ber jam-jam tanpa merasa lelah sedikitpun. Ibu punya kosa kata melebihi kamus 3 Milyar  yang kupunya dalam perkara menasehati. Kemampuan verbalnya luar biasa terasah. Namun kadang ia menangis sesenggukan karena hal kecil yang bodoh.

Dia mengetahui segalanya. Tepatnya harus tau segalanya. Ibu harus tau dimana letak kaus kaki adikku yang telah dibuangnya entah ke mana sebulan yang lalu. Ia juga harus tau tanggal berapa ulang tahun semua orang, tanggal terima rapor, bayar spp, arisan, rapat bulanan RT RW, bayar telepon, listrik, air, semuanya. Jika Ibu lupa satu saja dari 3 ribu list di atas, semua orang akan pusing dan tak ada jalan lain selain marah-marah.

Ibu juga tipe yang selalu ingin tau apa saja yang terjadi sekaligus menahan diri sekuat tenaga agar sifatnya itu hilang. Karena anak-anaknya yang sedang dalam tahap kegilaan awal, akan sangat murka jika Ibu mulai kepo. Pernah waktu aku kelas 1 SMP, Ibu membaca diary ku dengan khidmat di kamar. Setelahnya aku mengomelinya sepanjang hari lalu mengurung diri di kamar. Sekarang kupikir sikap itu tak perlu. Ibu hanya ingin tau apakah anaknya baik-baik saja. Apa ia juga jatuh cinta seperti ABG pada umumnya. Apa disekolahnya dia tidak direndahkan atau dijauhi teman-temannya. Itu saja. Tapi dulu, kapasitas otak dan pengalamanku belum sampai ke sana.Ya, itulah sedikit cerita luar biasanya ibuku lengkap dengan keanehannya. Itu baru secuil dari cerita keseluruhan.

Kali ini semua itu bukanlah sebuah keanehan, tapi kerinduan. Rindu ternyata perasaan yang cukup rumit. Ia ada karena ketiadaan. Ketika ada, rindu hilang. Seseorang yang merasakan rindu itu tersiksa sekaligus menikmati ketersiksaannya. Ketika rindu, hal biasa dan remeh jadi sangat-sangat berharga. Lalu ketika hal biasa itu muncul lagi, ia kembali menjadi hal biasa yang membosankan.

Tampaknya aku harus menikmati rindu ini tanpa harus berusaha keras menunaikannya. Karena dengan rindu perlahan aku bisa mendeteksi apa yang berharga apa yang tidak. Apa yang penting dan apa yang harus dibungkus lalu dibuang. Rindu bisa jadi detector disaat kebingungan akan pilihan-pilihan.

Maaf, ceritaku jadi melenceng kemana-mana, Ini hanya karena aku terlalu merindu. Rindu Ibu lebaran yang ribut dan lontong gulai.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s