Khawatir

5 11 2012

Kay, hari ini kau tak seperti biasanya. Tak lagi mengangkat teleponku dengan terburu-buru dari nada pertama. Lalu menjawabnya dengan terengah, seakan kau sudah menantikannya berhari-hari. Kini Kau menunggu. Bahkan sampai lagu just the way you are nya berakhir. Hingga Bruno Mars bernyanyi untuk yang keempat kalinya, baru kau klik.

Photo by Rahmad Doni

Ada apa Kay? Apa kau sedang sibuk? Atau kau sedang makan bersama teman-temanmu? Atau mungkin handpohe mu ketinggalan?

Apa aku mulai mengganggumu? Mencerewetimu ini itu yang mungkin tidak begitu perlu. Mengkhawatirkan jika kau makan mi instan lagi malam ini. Membahas lagi kebiasaan tidur larutmu yang keterlaluan. Apa aku mulai terdengar seperti ibumu?

Ketahuilah Kay, aku hanya seorang perempuan yang sedang jatuh cinta. Jatuh cinta pada setiap pagi, siang dan malam kau menghela nafas. Ya, sebanyak itu.

Maafkan aku mengusik alur hidupmu yang tenang. Aku hanya perempuan yang ingin memastikan lelakinya baik-baik saja.

Ini bukan bagian dari sikap lemah dan cengeng yang orang-orang bilang. Aku tidak berniat berlebihan Kay. Aku tau kau sudah dewasa tapi tetap saja kau perlu kusayang, kuperhatikan dan kuomeli. Karena begitulah harusnya aku.

Kay, maafkan aku. Ya, aku tau  sudah mengatakannya tiga kali hari ini. Maafkan aku sering menuntutmu ini itu. Mengajarimu cara melakukan sesuatu yang jauh sudah kau pahami. Lalu mengulangi kalimat yang sama setiap harinya.

Semua itu hanya caraku memastikanmu tetap bersinar, sekalipun langit sangat-sangat gelap. Tak masalah aku harus bangun lebih pagi. Menyeduhkan teh dan mamasak telur dadar lipat kesukaanmu. Lalu memastikan kemejamu terkancing dengan sempurna sebelum berangkat.

Sampai saat itu tiba, kumohon jangan melarangku untuk khawatir. Karena khawatir adalah salah satu wujud rasa cinta. Karena khawatir adalah memikirkan sepanjang detak jarum jam.

Maukah kau tetap mengangkat teleponku dengan tergesa Kay? Karena dengan begitu jeda khawatirku semakin pendek dan aku tau kau baik-baik saja.

Ingatlah Kay, aku akan mengusir awan-awan hitam itu sore ini dan sore seterusnya untukmu. Jadi kau jangan khawatir, cukup aku saja.


Actions

Information

6 responses

22 11 2012
Riesna

hai Sonya..
seriously, tulisanmu ini bagus.🙂

24 11 2012
sonyawinanda

terima kasih Riesna… sudah singgah dan membaca. salam kenal. kamu suka menulis juga ya?

25 11 2012
Riesna

iya..aku ada blog juga kok.. hehe..😀

25 11 2012
Riesna

kalo klik di namaku di comment ini kan langsung ngr link ke blog ku :p

17 01 2013
sona

Semuanya aku baca….. (˘ﻬ˘)

17 01 2013
sonyawinanda

Makasih sona sayaaaang den. I really apreciate that.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s