Pause

24 11 2012

Photo by Rahmad Doni

Perjalanan ini tidak membawaku ke mana-mana. Padahal telah kurencanakan jauh-jauh hari.

Menyusun daftar panjang ini itu dalam catatanku. Makan sate ajo favorit kita saat tak ada uang tapi tetap ingin nge-date. Jalan-jalan goblok sepanjang rel kereta api kampus kita sambil berpegangan tangan. Lari pagi lalu disambung makan soto ayam kesukaanku. Keliling kota dengan motor bututmu. Ah, ternyata semua yang ingin kulakukan adalah kebiasaan-kebiasaan kita dulu.

Perjalanan ini tidak membawaku ke mana-mana. Padahal telah kurencanakan jauh-jauh hari.

Harapanku terlalu besar, berharap tiket pesawat ini bisa merubah sesuatu. Tapi nyatanya perjalanan tak mengganti apapun. Bahkan jarak dan waktu yang katanya sangat sakti juga tak ampuh.

Bukan terasa singkat, tapi memang benar-benar singkat. Tiga hari hanya cukup untuk saling menyapa. Sedangkan cinta bukan tentang menanyakan kabar kemudian berlalu. Cinta bukan kata, bukan bbm-an, colek-mencolek atau mention. Cinta adalah interaksi. Ia tidak statis. Bergerak mengikuti cuaca dan suasana hati. Kadang bertengkar dan adu argumen. Terdiam lalu meminta maaf. Mungkin berpelukan. Atau kadang bermesraan yang lebay. Ya, begitulah setidaknya cinta menurutku.

Perjalanan ini tidak membawaku ke mana-mana. Padahal telah kurencanakan jauh-jauh hari.

Bagaimana cara mengatakannya? Yang jelas aku ingin melakukan banyak hal denganmu. Kejadian manis kita dulu. Kau ingat kita hampir menghabiskan seluruh waktu kita selama 1095 hari bersama?

Lalu kita mengulanginya. Tapi kau tau sayang, semuanya sama. Pedas satenya tak berubah. Panjang rel keretanya juga sama saja. Tapi yang berubah adalah kita. apa kau merasakannya juga? Aku tau kau bilang aku tetap perempuan yang kau kenal dulu. Sama lucu dan cantiknya. Sama keras kepalanya. Sama saja.

Aku setuju denganmu. Perubahan bukanlah kau dan aku secara individu. Tapi kita. Ada ruang antara di sana. Yang diisi kekosongan. Pause. Aku sedang beusaha mengisi ruang itu atau mungkin melenyapkannya saja. Bagaimana menurutmu? Apa kau mau membantuku?

Perjalanan ini tidak membawaku ke mana-mana. Padahal telah kurencanakan jauh-jauh hari.

Ya, itu benar, nampaknya kau tak akan berdamai dengan waktu. Katamu ini semua tentang menunggu dan kau tak sanggup menunggu terlalu lama.

“Segeralah pulang, aku menunggumu sampai tahun baru nanti. Setelahnya aku tak akan mencarimu lagi.”

Perjalanan ini tidak membawaku ke mana-mana. Padahal telah kurencanakan jauh-jauh hari.

Pause.


Actions

Information

2 responses

28 11 2012
sony

hai.. senang bisa ketemu dngn blog ini.. bagus tulisan lu.. boleh minta FB nya ? spy gw bisa kenal lebih dekat.. thanks ya.. nice to meet you..

17 12 2012
sonyawinanda

Makasih sony sudah singgah dan membaca. Twiter aja @sonyawinand.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s