Sakitlah Maka Kau Akan Tau

13 01 2013
Photo by Sonya Winanda

Photo by Sonya Winanda

“Kamu kenapa? Nyeri ya? Atau mual? Atau kamu mau makan sesuatu? Apa pengen pipis?” katamu dengan wajah setengah mengantuk padaku yang berbaring.

Sudah tiga hari kau tidak tidur. Keseharianmu belakangan adalah duduk di kursi hijau muda di samping tempat tidurku. Menonton TV, mendengarkan musik atau sekedar memperhatikanku terlelap.

Ruangan 5×4 itu mengerikan sekali. Di samping kiri seorang wanita 60 tahunan baru saja mati setelah tiga hari meneror dengan suara tidurnya yang menakutkan. Kata susterku, dia terserang kanker tiroid. Ia jadi sulit makan dan bernafas. Setelah sebelumnya bertahan dari kanker payudara 10 tahun yang lalu. Kankernya sudah menyebar ke saluran pernapasan dan masih ada tiga operasi lanjutan lagi. Dia pasti sangat menderita dengan semuanya. Apalagi janda tanpa anak itu  hanya ditunggui sahabatnya.

Sedangkan di sisi kanan tempat tidurku seorang Ibu-ibu Aceh, pegawai Bank terkemuka di Indonesia diserang penyakit yang sangat banyak. Ada jantung, gula, kolesterol, paru-paru, hipertensi dan tulang rapuh. Obatnya berkantong-kantong dan tak ada yang boleh luput setiap harinya. Ah, lidahnya pasti sudah kebal dengan rasa pahit.

Ini benar-benar rumah sakit, isinya orang sakit lengkap dengan segala jenis penyakitnya. Andai saja namanya rumah sehat. Ya, setidaknya itu sugesti positif bagi otak si sakit. Tidak beranggapan kalau mereka tidak sehat lalu tinggal berlama-lama.

Termasuk aku. Pesakitan yang selalu membuatmu khawatir. Sebenarnya aku tak mau kau melihatku seperti ini. Ah, malu sekali! Kau pasti tertawa semalaman sampai keluar air mata melihat cara tidur keahlianku, dengan mulut terbuka alias mangap.

”Pfffttt! Ga apa-apa sayang, masa aku lihat kamu cantik terus. Ini kan untuk penyeimbang otak aku biar ga nganggep kamu makhluk sempurna melulu” ujarmu bersusah payah menahan tawa supaya tidak mengganggu pasien lain .

Ya cukup sekian pembahasan permangapan ini. Satu lagi yang mengesalkan tentang rumah sakit adalah makanannya! Super duper tidak enak! Hambar! Tak ada rasanya sama sekali! Herannya, kau selalu bisa menghabiskan seluruh sisa makananku lalu ditutup dengan senyum mata sipit khasmu itu.

”Mubazir sayang, mubazir itu temennya kamu lho,” katamu mengejekku senang.

”Jadi kamu mau makan apa? Biar aku beliin,” ucapmu lagi.

”Mau ikan balado ya, yang pedes,”

Your wish my command lady,” ujarmu lalu berlalu dengan setengah berlari.

Ah, sayang bisakah kau berjalan yang pelan saja? Wajahmu sudah pucat sekali kekurangan darah dan kelelahan. Aku takut kau pingsan di tengah perjalanan, apalagi ini sudah tengah malam, sepi pula.

Namun begitulah kamu, selalu bersemangat mewujudkan semua keinginan-keinginanku. Aku ratu semut yang hanya menunggu dengan manis makanan terhidang disinggasana. Semua adalah caramu membuatku selalu mengingat jalan mana menuju pulang. Kemanapun aku berkelana dan singgah, pada akhirnya akan kembali padamu. Secara otomatis. Kau mengikat erat.

Lelakiku, semoga kau tidak cepat lelah dan bosan bersamaku. Karena bersamaku mungkin sulit, membuatmu sakit kepala dan berkunang-kunang. Aku tak mau puas. Selalu menginginkanmu lebih untukku, padahal aku belum melakukan hal yang sama. Mendekatipun tidak. Maaf, hanya kata bodoh ini yang bisa kuucapkan sekarang.

Sayang, jika semuanya menjadi terlalu berat untukmu, segera beritahu aku lalu kita lepaskan ikatan ini bersama-sama. Karena cinta bukan untuk terluka.


Actions

Information

2 responses

31 01 2013
andri

aih…nggak nyangka tulisannya bagus banget, bahasanya sederhana tp cara berceritanya itu loh, yg jls saya suka sekali.

yaudah bikin kumcer sana, ajk pepen sm risna jg😀

31 01 2013
sonyawinanda

hahhaha… serius nih bagus mr puitis? ya, tenaaaang itu.udah dipikirin. hhihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s