Ruang Lapang Untuk Sebuah Terima Kasih

12 04 2013

Menjadi sendiri di kantor yang berisik adalah suatu kemewahan. Aku bisa menulis untukmu lagi setelah tidak dalam beberapa waktu yang tak ingin kuingat.

Pantas saja aku merasa aneh belakangan. Seperti ada beban berat dibelakang tengkukku. Biasanya memang selalu ada, namun selalu terasa lebih ringan. Setelah kuselidiki, ternyata permasalahan tengkuk yang berat ini berasal dari ketidakmenulisanku. Menuliskan masalah, umpatan atau dosa-dosa. Rasanya dosa lebih mudah diampuni ketika dituliskan, masalah jadi lebih syahdu di atas kertas, umpatan terdengar lebih beradab saat digoreskan tinta.

Tetapi kali ini aku tak akan menuliskan dosa, umpatan atau hinaan. Hanya ingin berterima kasih. Aku memutuskan memberi sebuah ruang yang teramat lapang untuk berterima kasih, terutama untuk semua hal baik atau hal dengan tujuan baik yang pernah kamu lakukan (meski kadang dengan cara yang buruk, tapi tak apa).

Terkadang, cenderung sering sebenarnya, aku merasa apa yang kamu lakukan adalah sia-sia dan merugikan. Salah. Begitulah. Tapi ternyata selalu ada hal baik pada setiap kesalahan yang kamu lakukan. Ini aneh sekali. Apakah sesuatu yang salah itu bisa jadi hal yang baik? Bukankah setiap yang salah adalah buruk? Tetapi kamu punya kemampuan menemukan sisi baik dari sebuah kesalahan. Kesalahan terdengar bagus ya? itulah hebatnya kamu. Terima kasih kekasih. Dengan cara yang tidak bisa kujelaskan, kamu mengajakku belajar (aku tidak suka cara belajar yang bisa dijelaskan). Belajar menjadi salah itu tidaklah buruk. Sesekali kamu perlu salah untuk memahami kebenaran. Selalu ada hal baik, sekalipun dalam keadaan yang paling salah.

Bagiku, kamu adalah lelaki dengan kesabaran melebihi manusia normal. Terima kasih untuk itu kekasih. Kamu membersihkan tempat-tempat yang kotor karena ulahku yang tidak bertanggung jawab dengan tenang. Sedikitpun kamu tidak mengeluh apalagi meributkannya. Aku tahu diam-diam kamu berharap aku menyadari dan berubah. Maaf, aku kadang suka melihatmu begitu. Karena saat itu, kamu terlihat sangat istimewa. Lelaki dengan ego terlupa. Lelaki dengan kesabaran dan rasa sayang berlebih. Maaf kekasih, aku keterlaluan soal ini.

Aku memang dilahirkan jauh sebelum kamu, tetapi tidak dengan kedewasaanku. Aku begitu egois dan tak bisa dibantah. Mungkin kamu juga demikian karena umurmu yang masih sangat muda.  Lucunya, kamu suka memaksakan diri terlihat lebih tua. Kamu menghadapiku dengan sikap tenang dan diam. Selamat, kamu memilih jurus yang tepat. Terima kasih yang sangat karena telah menjadi dewasa sebelum saatnya.

Kekasih, terima kasih sudah berusaha sangat keras untuk membahagiakanku. Mencopot poster band rock favoritmu digantikan dengan fotoku yang selebar dinding yang selalu kau ajak bicara sebelum berangkat kerja. Tak lagi hangout dengan teman satu geng mu untuk sekedar belajar masak karena aku keberatan melakukannya. Mengurungkan niat mengganti jam tanganmu yang sudah pecah untuk meja makan impian kita.

Dan terima kasih karena selalu menganggap ideku masuk akal, seabsurd apapun itu. Tanpa sepengetahuanku, kamu mengatur rencana untuk menjadikannya nyata. Lalu saat kita menyesap teh di sore hari, kamu memintaku menutup mata lalu memberikan sesuatu yg paling kuinginkan dalam genggaman.

Kekasih, apa yang kamu lakukan tak akan pernah sebanding dengan sebuah terima kasih. Sebagai ganti yang belum sebanding, kedua lenganku akan setia memelukmu saat kamu butuh. Berhentilah sejenak, akan kubacakan beberapa dongeng tidur favoritku. Kupastikan esok pagi kamu akan bangun dengan hati yang lebih baik.

Kekasih, sekali lagi, terima kasih telah datang dalam hidupku yang membosankan.

   

 

 


Actions

Information

4 responses

28 04 2013
bellacitra

so sweeeeeeeeeeeeet kaaa ::) jadi envy hhe *ketahuan single*

28 04 2013
sonyawinanda

hahahhaha… si @bellacitra ber-modus single!

8 05 2013
asra

Iiiiiiiiiisssssss…. Ancaaaaakkk…. Jajok den!!!!

8 05 2013
sonyawinanda

hahahahhaha…makasih pengakuan lo sua..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s