Kawan Lama, Facebook dan Mantan Pacar Matre

23 04 2013

Senin, hari ini saya mengajukan banyak pertanyaan untuk diri saya sendiri. Saya juga mencampur adukkan beberapa perasaan. Saya rasa semua ketidakjelasan perasaan ini datang dari seorang teman saya di masa lalu. Aha! Lagi-lagi topik teman. Kita memang punya banyak orang-orang di sekeliling yang disebut teman bukan? Setidaknya tidak sebanyak kekasih. Karena saya hanya punya satu kekasih!

Biasanya saya tidak terlalu sering menjenguk facebook karena saya lebih suka twitter. Keduanya memiliki perbedaan-perbedaan yang menuntun kesukaan saya. Facebook lebih berisi cerita kehidupan pribadi seperti foto-foto mulai dari jaman baru lahir sampai punya keluarga sendiri. Past time oriented. Sedangkan twitter lebih mengenai kekinian, berbagi informasi dan pengetahuan, future oriented. Tapi semua tergantung selera toh? Lagipula masa lalu selalu menarik untuk ditengok kan? Apapun rasanya.

Maka saya sangat berterima kasih pada Mark Elliot Zuckerberg yang telah menciptakan facebook dan meluncurkannya pertama kali di tahun 2004. Berkat facebook saya menemukan seorang teman lama yang telah lama hilang kontak. Tidak tahu kenapa, untuk lacak melacak teman sepertinya lebih mudah melalui facebook dibanding twitter.

Kami saling menyapa lalu bertanya. Ya, tentu bertanya, hal lumrah yang dilakukan seorang teman pada temannya. Kami adalah teman semasa kecil hingga remaja. Obrolan kami berlanjut.

Bertemu atau membicarakan masa lalu yang konyol dengan seorang teman lama selalu membuat perasaan saya lebih baik. Padahal suasana hati saya sedang tidak baik karena pekerjaan yang menumpuk dan bos yang suntuk. Tapi saya malah tertawa geli di kantor yang sedang sepi.

Kami membicarakan salah seorang mantan saya yang telah menikah dengan dokter. Semoga dia bahagia karena dia mendapatkan apa yang dia inginkan. Ya, dia adalah mantan saya yang memiliki banyak mantan. Secara fisik dia tidak begitu tampan namun dia menarik. Mahir memainkan berbagai alat musik, kosakatanya banyak dan enak didengar atau istilah kerennya pintar merayu. Mungkin itulah alasan dia dicintai banyak wanita. Salah satunya saya ketika itu.

Saya jadi ingat satu peristiwa. Suatu hari saya memergoki mantan pacar saya ini sedang berduaan dengan perempuan lain. Peristiwa 8 tahun yang lalu. Kebetulan kami beda sekolah. Laporan perselingkuhan itu saya dapat dari seorang teman yang lain.

“Kalau tidak percaya ayo kita ke sekolahnya! Kamu bisa lihat langsung. Saya tidak bohong,” katanya sangat yakin.

Akhirnya saya setuju mengikuti prosesi pembuktian itu. Sore itu hujan. Saya basah kuyup karena hanya berboncengan dengan motor tanpa mantel atau pelindung apapun. Jarak sekolahnya dengan rumah saya cukup jauh. Saya kedinginan.

Kami menunggu dan memperhatikan dari kejauhan. Satu persatu siswa keluar dari gerbang. Wajah mereka sumringah semua, khas anak sekolahan pulang sekolah, terbebas.

Saya mulai kesal karena tak ada tanda-tanda keberadaannya. Diam-diam saya curiga teman saya ini memang berbohong. Kami masih menunggu.

Tiba-tiba dari kejauhan saya melihat sosok yang sangat saya kenal, kekasih saya. Namun dia tidak sendirian. Selain dia, dalam payung berwarna biru muda yang sempit itu ada seorang perempuan bertubuh mungil. Mereka berjalan berdempetan entah karena ruang tampung payungnya yang sempit atau memang ingin begitu.  Mereka saling menggenggam tangan dan kekasih saya mengecup keningnya mesra.

Teman saya memperhatikan mimik wajah saya saat menyaksikan adegan itu. Mungkin dia pikir saya akan menangis atau mengamuk. Ternyata saya hanya berkata, “Kita pulang yuk, udah liat kan?”. Dia kecewa dan mulai menghidupkan mesin motornya. Tetapi sebelum pergi dia meneriakkan nama mantan saya itu.

“Hei  #@%$*, salam untuk pacar barumu ya!” kami pun berlalu.

Selama perjalanan pulang saya menangis. Saya merasa kecil, tersisihkan dan tidak penting. Saya kecewa pada diri saya sendiri. Saat itu saya berfikir sungguh banyak kekurangan saya sehingga dia menduakan saya.

Singkat cerita, kami putus. Dia memilih perempuan mungil itu. Beberapa tahun kemudian saya baru tahu alasan saya ditinggalkan. Dia sangat mencintai saya namun si mungil adalah anak orang kaya.

Anehnya membicarakan hal itu kembali setelah bertahun kemudian tidak membuat saya sedih atau sakit hati. Saya dan teman yang baru saya temukan di facebook malah tertawa terpingkal-pingkal. Menertawakan kebodohan kami. Bagaimana bisa saya jatuh cinta dengan lelaki seperti itu! Namun peristiwa beragam yang saya alami selalu saya rekam dengan baik dalam memori. Saya ingat-ingat, ulang-ulang, pahami dengan perasaan juga logika. Semuanya adalah pengalaman berharga yang tidak akan terulang. Sedikitpun saya tidak berniat untuk berdoa agar saya hilang ingatan.


Actions

Information

8 responses

23 04 2013
sona

Aden suko!!!! Capeklah… Lah siap proyek kaw tuw???? Aden nio bali.

24 04 2013
sonyawinanda

@sonya, thank you very much for reading sonaaaa…. iyoo..saba dih cintooo…siap an se pitih banyak2..hehehhe

27 04 2013
Evi Sri Rezeki (@EviSriRezeki)

Hihihi… beruntunglah Mba putus dengan mantan matre itu😀

27 04 2013
sonyawinanda

trimakasih sudah btkunjung ya mba evi… amat sangat syukurnya.

28 04 2013
bellacitra

*ngusap air mata* ceritanya detailnya keren mirip Fira Basuki, aku sukaaaaaaa🙂 udah aku follow twitternya yaaaaa🙂 makasih udah banjir komen di blog aku *terharu*

28 04 2013
sonyawinanda

wah… you are too much. makasih ya sudah baca… iya tadi jalan2 ke blog mu. suka yang si ojek payung.

29 11 2013
sarilhutasoit

mba,saya bermimpi mantan kekasih saya ingin menikah dengan pria lain

9 12 2013
sonyawinanda

Tidak apa-apa, kan sudah jadi mantan. Doakan saja pria itu bisa mencintai dan menjaga dia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s