Lelaki Tak Jelas dan Perempuan yang Membenci Tidur

11 05 2013

Perempuan yang membenci tidur adalah salah satu sahabat saya. Saya lebih suka menyebutnya begitu karena dia memang suka begitu. Dulu, beberapa kali saya menginap di kosannya karena alasan yang sudah sama-sama kita ketahui, meminjam buku. Dia punya rak buku yang sangat bagus. Bukunya berjejer rapi yang dengan sekali lirik saya yakin jumlahnya melebihi koleksi saya! Apalagi rak itu adalah buatan kekasihnya. Saya iri. Sungguh. Kekasih saya waktu itu tidak akan membuatkan yang seperti itu. Entah karena tidak mampu atau tidak mau, saya juga tidak mau tahu.

Selain meminjam buku, saya juga suka menginap tanpa alasan. Hanya ingin saja. Mungkin merindukannya. Mungkin bosan dengan kamar saya. Mungkin ingin meyakinkan saja apakah dia benar-benar tidak tidur? ah, masih ada alasan ternyata! Well, everything happens for a reason right? Yang saya suka, dia punya buku khusus untuk mendata para peminjam. Lengkap dengan nama, alamat, nomor telepon yang bisa dihubungi, tanggal dikembalikan, juga tanda tangan. Dia punya stempel pribadi yang tertera di setiap bukunya. Cara ini sangat efektif menyadarkan si tukang “pura-pura lupa buku ini milik siapa” seperti saya.

Tapi semenjak saya memutuskan pergi dari kampung halaman, kami tidak pernah bertemu lagi. Masing-masing melanjutkan jalan yang dipilih. Kami memang sering tidak sejalan. Saya lebih suka belok ke kiri. Dia kirinya lagi.

Saya hanya melirik dia dari jejaring sosial sesekali. Dia masih kurus, masih suka mengunjungi tempat-tempat yang tidak terlalu disukai kamu hedonis, masih berdiam dikosan yang sama, masih dengan kekasih yang sama dan masih belum menikah! Aha!

Lalu tiba-tiba dia menyapa saya di chat facebook (ya, saya memang pemuja masa lalu! Memangnya kenapa?).

Sahabat saya yang membenci tidur itu bertanya, “Saya dituding bergaul dengan lelaki tidak ‘jelas’. Kalau itu terjadi padamu, apa yang kamu lakukan?”

Jujur, saya merasa memberi penilaian ‘tidak jelas’ pada kekasih orang lain adalah hal yang konyol. Tak ada yang lebih memahami seorang kekasih selain kekasihnya sendiri! Bukan orang tuanya, saudaranya, sahabatnya, musuhnya, gurunya, apalagi kita! Karena hanya kekasih yang ditelepon setiap hari, diceritakan masalah dan kelapangan. Hanya kekasih yang berjalan bersisian dalam diam tapi tahu kalau kekasihnya sedang bersedih. Hanya kekasih yang melakukan hal-hal tak masuk akal untuk menyenangkan pasangannya. Apalagi pria, ada banyak hal yang dilakukan pria tanpa sepengetahuan perempuannya untuk menguatkan cinta mereka. Mungkin itu selamanya jadi rahasia. Karena membongkar rahasia itu menarik. Butuh strategi. Dan sesekali perempuan perlu mengatur strategi dan siasat (perempuan yang membenci tidur pasti sangat setuju denganku!).

Ah, memangnya lelaki ‘jelas’ itu seperti apa? Ada wujudnya? Bisa diraba? Dipeluk dan dicium?

Mmmm… mungkin maksudnya bukan yang itu. Jawabannya adalah tidak, hanya  jika kamu pacaran dengan jenglot!

Saya rasa maksudnya memiliki pekerjaan yang ‘jelas’ besar gajinya, latar belakang keluarga yang ‘jelas’ bibit bebet bobotnya, pendidikan yang ‘jelas’ gelarnya dan masih banyak lagi penjelasan ke-jelas-an lainnya yang akan sangat melelahkan jika dituliskan di catatan ini.

Jika memang itu yang dimaksud, sepertinya bagi dia mencintai manusia seutuhnya itu tidak begitu penting.  Mencintai embel-embel yang dilekatkan pada dirinya jauh lebih bermakna.

Lalu bagaimana jika suatu hari nanti embel-embel itu terhapus waktu? Atau hilang karena jatah nasib baiknya habis? Ia kehilangan pekerjaan, keluarganya terlibat kasus kriminal dan ijazahnya ternyata hasil sisipan amplop. Ke-jelas-an nya lenyap. Tapi ia masih manusia yang sama. Maka yang mencintai manusia akan tetap mencintai layaknya manusia. Sedangkan pemuja ke-jelas-an, bisa dipastikan ke mana pergi cintanya.

Kembali pada si penuding sahabat saya tadi. Sekarang tiba saatnya dia menikah. Menikah dengan pria’ jelas’ yang dia impikan. Saya dan sahabat saya berdoa, semoga pria itu menemukan wanita yang jelas juga.

Percakapan singkat tengah malam itu membuat sahabat saya yang benci tidur dan diri saya sendiri lebih tenang (semoga dia sudah tidur). Sepertinya kami baru saja menemukan sebuah senter penerang jalan di depan kami.

Dan, ah, ternyata persimpangan lagi. Kami harus berpisah karena kami suka tidak sejalan. Kami sepakat membuang senter tadi. Meraba ketidakpastian jauh lebih seru dan menegangkan! Yang ‘jelas’ belum tentu lebih enak!


Actions

Information

6 responses

12 05 2013
ulfiarahmi

Saya mengharapkan hal yang sama, semoga perempuan penuding itu mendapatkan lelaki yang jelas😀

12 05 2013
sonyawinanda

amin.

12 05 2013
sonyawinanda

catatan lain tentang lelaki tak jelas dan perembuan yang membenci tidur ==>> http://ulfiarahmi.wordpress.com/2013/05/11/soal-perempuan-paling-tau-dan-paling-benar-sejagat-raya-2/

12 05 2013
ulfiarahmi

(y)

12 05 2013
bellacitra

Dia ga percaya roda dan masa depan bisa berubah ya, saya malahan maunya punya pasangan yang sama2 dari bawah dan sama2 ngerajut mimpi jadi wirausaha mulai dari kecil sampai besar🙂 amiin,

12 05 2013
sonyawinanda

amiiiinnnn…. semoga doa mu tercapai bel…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s