Bertemu Lelaki yang Paling Tidak Ingin Kutemui

27 05 2013
Photo by Rahmad Doni

Photo by Rahmad Doni

Aku membutuhkan kamu. Ya, kamu. Aku butuh sekarang juga, lelaki yang paling tidak ingin kutemui. Bisakah? Ya, aku memang membencimu, membenci dari ubun-ubun sampai ujung jari kakimu. Aku mengutuknya.

Tapi sekarang tak ada apapun yang aku butuhkan selain kamu. Aku mohon sekali ini saja datang padaku. Jarak bukan masalah. Aku akan membelikanmu tiket pesawat, menyediakan penginapan yang nyaman juga makanan kesukaanmu. Makanan yang sering kubuatkan dulu waktu kamu hampir mati kelaparan. Makanmu lahap sekali. Katamu enaknya tak tertandingi. Meski aku yakin pujian berlebihan itu keluar karena kamu belum makan tiga hari.

Bagaimana penawaranku? Menarik bukan? Oke, tidak cukup menarik ternyata. Hmm, aku akan memberimu satu pelukan. Ya, kamu tidak salah dengar. Satu pelukan yang lama. Kamu boleh pilih dari arah mana aku harus mendekapmu. Baik, baik, satu kecupan sebagai bonus. Kecupan di mana saja dan kapan saja.

Oh, ayolah jangan berpura-pura kau tidak tergoda.

Ini jurus terakhir. Kamu boleh memintaku melakukan apapun yang kamu inginkan. Satu keinginan. Tidak, hanya satu bukan tiga karena aku bukan jin dalam lampu aladin!

Hmm… kamu butuh penjelasan untuk apa kamu kubayar semahal itu?

Kuberitahu satu rahasia besar. Pasang telingamu baik-baik karena aku hanya akan mengatakannya sekali. Tidak ada penekanan atau pengulangan. Semoga masalah pendengaranmu tidak kambuh kali ini.

Aku akan mengambil sebuah keputusan besar. Tapi kamu tahu kan aku adalah pengecut yang tidak pernah ketahuan. Aku terlalu pintar menyembunyikan fakta ini, kecuali padamu tentu saja. Seluruh syaraf-syaraf ku ketakutan. Katanya mereka mau begini saja. Lebih baik dan aman. Ah, keadaan ini membuatku terlihat benar-benar bodoh dan berdosa.

Kamu ingat tidak? Kamu pasti tidak ingat karena kamu tidak menyadari ini. Aku meninggalkan mantan pacarku karena kamu. Iya mantan yang itu. Katamu aku perempuan yang lebih buruk dari bodoh. Astaga, apa yang lebih jelek dari kebodohan? Indonesia dijajah karena bodoh. Hasil bumi dan kekayaannya diambil dengan mudah karena bodoh. Tetanggaku tinggal kelas karena bodoh, engg… sebenarnya bukan karena dia yang bodoh, tapi gurunya, karena tidak paham betapa jeniusnya dia. hah!

Alasannya aku tahu sedang dibodohi dan tetap memuja orang yang membodohiku. Aku bisa lebih baik dari ini jadi mengapa harus menyiksa diri? Aku harus hidup sebagai orang yang aku inginkan bukan yang orang lain inginkan. Tidak ada seorangpun yang berhak mendikteku.

You are the owner of yourself!” begitu ucapmu.

Setelahnya kamu selalu menemani aku. Dan aku memutuskan untuk menghabiskan seluruh waktu yang aku punya denganmu. Ya, aku pernah berpikir begitu.

Aku selalu mengunjungimu dan membawakan makanan yang kamu suka. Aku belajar banyak hal baru darimu. Kamu tahu banyak hal yang tidak aku tahu. Kamu penuh kejutan. Di akhir hari kamu akan memberiku sebuah pertanyaan yang tak bisa kujawab. Karena jawabannya sangat konyol! Dan aku tak bisa berhenti tertawa mendengarnya. Kamu cerdas.

Seiring waktu, kamu mulai mengatakan hal-hal mengerikan. Aku harus mengubah diriku karena kamu tidak menyukai aku yang sekarang. Dan kamu mensyaratkan ini itu agar menjadi perempuan yang pantas mendampingimu nanti.

Tapi aku bukan perempuan yang pura-pura bodoh lagi.

Aku meninggalkanmu.

Kamu juga meninggalkan aku.

Ya, aku juga tak begitu yakin siapa meninggalkan siapa. Ah, sudahlah yang penting kita tak bersama lagi kan?

Sekarang aku butuh kamu sekali lagi. Sejak berjauhan darimu aku menjadi orang yang lebih bodoh dari bodoh. Aku butuh seseorang yang mampu menarik tanganku keluar. Aku butuh sesorang yang sangat kejam yang akan memakiku!

“Apa yang kau lakukan di situ? Ada banyak hal menarik di luar sana yang belum kau tahu. Jangan membuat dirimu jadi tak menarik begitu!”

Ya, hanya kamu yang bisa karena sekarang orang-orang sudah ketakutan bicara denganku, tak berselera tepatnya. Lalu apa yang bisa kuharapkan dari mereka?

Ayolah, aku menunggumu di kotaku. Kumohon… Jika kau sudah berubah pikiran, segera balas suratku. Balas dengan surat, bukan BBM, whats app atau mention! Aku takut ketahuan.

nb: Tulisan ini dibuat waktu frustasi nungguin Lola yang tidak kunjung datang di stasiun Sudirman.


Actions

Information

11 responses

28 05 2013
ulfiarahmi

Aku suka fotonya.
seperti bukan kamu yang menunggi temanmu, tetapi sedang ditunggu deadline :p

28 05 2013
sonyawinanda

ahahahah… seperti gila ya?

28 05 2013
ulfiarahmi

persis

30 05 2013
ricky

Fotonya sprti sedang memohon sesuatu dengan sangat,,,
Untung ya kamu frustasi di stasiun sudirman tidak melaakukan hal2 yg berbahaya…
Terima kasih ya atas tulis2aan nya

1 06 2013
sonyawinanda

hehehhe… berbahaya seperti apa ni?
terima kasih juga sudah datang, duduk dan membaca….

1 06 2013
Sean Ochan

tidak ada manusia yang bodoh dan tidak ada manusia yang buruk, semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing2. kita merasa bodoh karena melihat orang lain lebih tau daripada kita.

lantas apa yang membedakan kita dari mereka? apa hanya karena mereka lebih tau lalu kita bisa mengklaim diri kita bodoh?

perbedaannya mungkin hanya mereka lebih dulu belajar dari kita. orang jaman dulu bilang “pengalaman adalah guru yang terbaik. orang yang tidak pernah mencoba, selamanya tidak akan belajar dan memahami”. orang lain bisa saja lebih pintar dari kita, tapi tidak menutup kemungkinan kita juga bisa lebih baik dari mereka jika kita belajar dengan sungguh-sungguh.

jangan pernah mencela diri sendiri dan jangan sampai orang lain mencela kita. kritik dan saran yang datang bisa dijadikan pondasi untuk meraih kepribadian yang lebih baik. selama kita masih hidup, selama itu pula kita punya kesempatan untuk belajar, selama itu pula kita bisa menjadi lebih baik dari orang lain.

tetap semangat ya..!!

1 06 2013
sonyawinanda

terima kasih sudah bersedia singgah dan meninggalkan jejak Sean Ochan. Terima kasih juga sarannya yang baik ^_^

2 06 2013
Sean Ochan

kembali kasih..

asik, ada bekas jejakku disini.. ^_^

4 06 2013
Bella Citra Dinasti (@BELLACITRA)

fotonyaaaa lepas ya ekspresinya *salah fokus*🙂

8 06 2013
sonyawinanda

hahhaha dasaarrrrrrrr…coba kasih komen yang bener belaaaaaaaaaaa

14 06 2013
rahmaddoni

Ohhhh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s