Tato Atau Kekasih?

13 07 2013

“Aku punya dua pernyataan, salah satunya adalah bohong. Kamu tebak yang mana ya,”

“Ah, pasti mudah sekali membedakannya. Kamu selalu terlihat bodoh saat berbohong,”

“Dengar baik-baik ya, jangan sampai salah pilih. Menurutmu aku punya tato atau aku sudah punya kekasih?”

Seketika itu matamu mebelalak besar padaku. Kaget tak menyangka kalimat itu yang meluncur dari mulutku. Sedetik dua detik kamu tak kunjung memilih seperti yang kamu sombongkan. Pernyataan ini tentu sangat mudah namun kamu harus berhati-hati memilihnya.

Kita dekat begitu saja. Tanpa prasangka apalagi praduga. Aku bahkan belum memberimu nama. Kamu tak bertanya, aku tak berkata. Apakah yang demikian itu kebohongan?

Yang jelas, bersama kamu aku tak memakai apa-apa, baik tato ataupun kekasih. Bersama kamu adalah tentang menjadi aku. Ya, aku, tanpa embel-embel. Bersama kamu adalah tentang membicarakan buku cerita lucu jadul dan norak dengan perasaan haru. Bersama kamu adalah menjadi sangat penyayang. Bersama kamu adalah membuka masalah yang selalu berusaha kita tutup-tutupi. Bersamamu adalah menjadi mudah ditebak.

Kamu dan aku hanya dua orang yang dipertemukan pada waktu yang salah. Jika kita bertemu lebih awal akankah kamu tetap melihatku seperti sekarang? Dan jika kita bertemu di masa depan, akankah kita menjadi dua orang asing yang merasa bahwa kebahagiaan itu makin dekat?

Jadi menurutmu waktu yang tepat itu kapan? Itu pun kalau kamu yakin kata tepat itu ada.

Aku belum memberimu nama tapi kamu sudah terlalu sering meminta maaf. Maaf karena lupa meneleponku hari ini. Maaf karena tidak membangunkanku di pagi hari. Maaf karena kelelahan lalu tertidur hingga tak membalas pesanku.

Aku belum memberimu nama tapi aku mulai sering kesal dan marah. Kesal karena kamu membuatku khawatir. Marah karena kamu bertingkah sembarangan yang membahayakan.

Apakah aku sudah kau beri nama?

Aku harap mendapat nama yang baik. Nama yang membuatku jadi list teratas nomor contactmu. Membuatmu tidak lagi tidur terlalu larut atau makan terlalu banyak. Nama yang membuatmu tidak lagi merasa sendiri. Nama yang bisa meringankan hatimu yang berat karena masa lalu.

Jadi lelaki yang belum kuberi nama, kamu sudah tahu mana pernyataan bohongnya?

Jika nanti kamu sudah tahu jawabannya, semoga kamu bisa memutuskan dengan jernih apakah akan tinggal atau pergi.

Satu hal yang perlu kamu ketahui, aku tak perduli siapa kamu, bagaimana rupamu, apa yang kamu pakai atau siapa kekasih yang sedang menjeratmu.

Yang aku tahu, aku menginginkanmu.

 


Actions

Information

2 responses

7 08 2013
Arif Rizki

wowwww…. kalimat terakhirnya, wowww

14 08 2013
sonyawinanda

hahahha… oke dooong bg…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s