Kamu Percaya Kutukan?

14 07 2013

Kalian percaya kutukan? Well, aku percaya. Sialnya kutukan hanya akan terjadi jika kamu percaya.

Rasanya sudah sangat lama. Ya, lama. Hampir tiga tahun. Tapi tetap saja aku masih beringsut menyusuri lingkaran yang sama sambil berharap bisa tersesat ke pintu keluar yang tidak pernah ada.

Seperti nasehat Ibuku, aku berdoa pada Tuhan. Isinya macam-macam. Kata Ibu, setelah berdoa kita tinggal menunggu tapi harus tetap berusaha. Namun dia tidak menjelaskan secara spesifik berusaha itu seperti apa tepatnya. Aku menurut dengan pertanyaan yang menggantung.

Tetapi hingga kini keadaan sama sekali belum berubah. Mungkin Tuhan juga bingung harus bagaimana. Permintaanku terlalu banyak dan bertentangan. Si rakus yang bingung!

Aku berdoa agar bahagia. Juga berdoa agar kamu bahagia. Doa selanjutnya kita menjadi bahagia tetapi tidak bersama. Kamu sendiri dan aku sendiri. Ya, aku tahu doa’ ku membingungkan karena kamu tak akan bahagia tanpa aku, begitu pun sebaliknya.

Aku berdoa’ menemukan seseorang yang sempurna, memiliki hal-hal yang tidak kamu punya, mampu melakukan segala hal yang tidak kamu bisa. Ya, aku tahu Tuhan pasti kesulitan mencarikan lelaki yang seperti itu. Kalaupun ada, kemungkinan besar dia homo atau gigolo.

Aku masih menunggu,

Entah apa yang membuat otakmu kembali rusak, setelah tiga tahun yang panjang, tiba-tiba kamu menelepon.

“Kamu bisa cabut kutukanmu?”

Kalimat normal pertama seseorang yang tidak pernah bicara selama 3 tahun tapi pernah saling mencinta setidaknya adalah “Apa kabar?”

Ah, kata normal sepertinya tidak berlaku lagi ternyata untuk kita.

“Aku mohon cabut semua sumpah serapah yang kamu lontarkan dulu,”

Aku diam, berusaha mencerna kata-katamu barusan. Sungguh, aku benar-benar bingung. Aku harus mengumpulkan ingatan-ingatan yang sudah terlanjur berserakan.

“Kutukan apa? Aku tidak pernah mengutukimu,”

Akhirnya aku menyerah tidak mampu mengingat apapun. Yang kuingat dengan jelas hanya sumpah buruk dari mulutmu. Dengan mata merah dan tubuh bergetar, kau bilang aku tak akan pernah menemukan. Aku akan terus mencari dan mencari hingga habis tenagaku. Dan pada akhirnya, apa yang aku lakukan adalah sia-sia. Manusia yang paling tau apa yang aku inginkan adalah kamu. Hanya kamu. Bahkan untuk keinginan yang tidak kusadari sekalipun.

Manusia cenderung mengingat keburukan orang lain. Sedangkan keburukan dirinya? Mereka pura-pura lupa. Manusia kadang terlalu tinggi menilai dirinya. Begitupun aku.

“Aku sekarang menjadi dirimu yang dulu,” Ucapmu dingin.

“Menjadi aku? Seperti apa? Aku sudah lupa aku yang dulu,” Aku berkata sungguh-sungguh.

“Kamu yang lemah dan selalu mengalah. Tidak mampu memutuskan apa yang kamu inginkan. Semua keputusanmu didasari kebahagiaan dan keinginan orang lain. Aku orang seperti itu sekarang.” Kamu bicara sangat serius pada bagian ini.

Dalam hati aku tertawa sangat keras hingga air mataku keluar kesenangan. Terang saja kutukan itu terjadi. Saat aku ucapkan kamu membantah dengan sombong, namun setelahnya aku tahu kamu ketakutan kalau-kalau ucapanku bertuah.

Diam-diam, aku mengamini ketakutanmu yang juga menimpaku. Aku ikut terkutuk.

Aku dalam lingkaran setan pencarian. Padahal aku tak begitu yakin apa yang sedang kucari. Aku hanya menikmati berbagai sensasi yang baru kukenali. Sensasi menjadi dirimu. Dirimu yang selalu bisa menguasai keadaan, memegang kendali dan dicintai penuh tanpa cela.

Lama-kelamaan aku menyadari bahwa menjadi dirimu tidak begitu baik. Aku menyakiti orang lain. Harusnya itu kamu, orang yang pernah membuat aku kesakitan.

Ah, sudahlah! aku rasa sekarang sudah saatnya kita mencabut kutukan masing-masing lalu hidup tenang dan bahagia pada jalan yang kita pilih.

Tapi ingat, bumi ini bulat sayang, Jika kita berjalan ke arah berlawanan, mungkin saja kita bertemu di tengah. Ketika saat itu tiba, semoga kau tak lupa tersenyum lalu menjabat tanganku. Dendam kita sudah terbalas bukan?


Actions

Information

5 responses

14 07 2013
avonturier

saya percaya kutukan kak🙂

15 07 2013
sonyawinanda

syukurlah… berhati-hati yaaa

15 07 2013
avonturier

Hahaha…tapi hanya kutukan bagus….sekalian mensugesti diri….kalo kutukan jelek…sama sekali tidak percaya…heheh🙂

15 07 2013
sonyawinanda

harusnya sih begitu…

29 07 2013
Bella Citra Dinasti (@BELLACITRA)

aku percaya kutukan kok🙂 contohnya ngarep dewa yang dikutuk manusia yang saya temui di Commuter bisa jadi jodoh huehehe, jleb di akhirnya karma yang selalu bertindak atas kutukan “disakiti”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s