Delapan Sisi : Pilihan Bukan Tentang Diri Sendiri

25 08 2013

2013-07-25 10.39.09

Judul                     : Delapan Sisi

Halaman              : 173

Cetakan               : Juni 2013 (1)

Harga                    : Rp. 34.000

Penerbit              : Plot Poin

Apapun pilihan yang kita ambil, bukanlah tentang diri kita sendiri saja. Bisa jadi, pilihan tersebut akan mempengaruhi hidup seseorang di kemudian hari.

Seperti dalam omnibook delapan sisi ini, si tokoh utama, dokter Urip atau yang bernama lengkap Sugeng Wicaksono, dengan berani melakukan praktek aborsi ilegal. Padahal ia adalah lulusan terbaik di angkatannya. Setelah lulus pun ia menjadi salah satu dokter yang cukup dikenal serta memiliki pasien yang berjibun. Lalu untuk apa lagi ia membuka praktek terlarang tersebut?

Dalam buku yang memuat delapan cerita berbeda ini, setiap kisahnya serupa potongan-potongan puzzle yang pada akhirnya memberikan gambaran utuh kehidupan Sugeng. Contohnya dalam cerita Surti, dijelaskan dengan baik asal-usul kelahiran Sugeng. Ia berasal dari rahim seorang perempuan bernama Surti yang  awalnya sedang melarikan diri karena masalah politik bersama suami dan kedua anaknya. Mereka dan beberapa pelarian politik lainnya bersembunyi di gua Mblutuk, Blitar. Kehidupan di sana tidaklah mudah. Kedua anak Surti tidak bersekolah dan mereka melahap apa saja yang bisa dimakan yang penting tidak kelaparan. Lebih dari semua itu, mereka semua hidup dalam rasa was-was dan takut. Suatu ketika, Rahmi, sang anak, tewas. Surti menganggap kepergian Rahmi adalah kesalahan suaminya. Ia pun bertekad kembali ke Yogyakarta meninggalkan sang suami namun membawa serta Rahma, anak keduanya. Di Yogyakarta ia terpaksa menjadi pelacur untuk menghidupi dirinya dan Rahma. Karena pekerjannya yang sangat beresiko, ia hamil.

Setelah cerita Surti berakhir, bab selanjutnya sambung menyambung menceritakan masa kanak-kanak, kuliah serta kehidupan rumah tangga dokter Urip. Dengan mengikuti setiap kisah, pembaca perlahan akan paham mengapa seorang dokter dengan karir yang cukup sukses mampu membunuh tanpa sedikit pun rasa bersalah. Menurut penulis, delapan sisi juga memberikan pesan bahwa sebagai manusia kita harus mempertimbangkan dengan baik keputusan yang akan diambil karena apapun yang kita pilih, mungkin dapat merubah takdir seseorang. Setiap pilihan akan mengantarkan kita pada kisah berbeda yang  mengejutkan. Tidak ada salah atau benar dalam sebuah pilihan. Yang ada hanyalah apa yang paling prioritas bagi kita, itulah pilihan.

Menariknya, setiap bab dalam Delapan Sisi tak perlu dibaca secara berurutan. Pembaca tetap dapat menangkap maksud cerita karena setiap bab mengandung kisah yang utuh. Maka, berurutan atau tidak, ketika menamatkan seluruh isi buku, pembaca akan mengerti bahwa kedelapan cerita tersebut memiliki satu benang merah yang merupakan jantung cerita yaitu kehidupan dokter Urip.

Selain itu, Delapan Sisi tidak hanya menghadirkan berbagai pesan moral yang menohok hati kecil namun juga menyuguhkan berbagai informasi tentang dunia kedokteran  yang tentu memperluas pengetahuan pembaca. Sayangnya informasi tersebut dirasa terlalu panjang dan ditulis dengan bahasa kedokteran yang tidak begitu dipahami masyarakat awam. Mungkin bagi sebagian pembaca, bagian tersebut akan langsung dilewati.

Menurut penulis, asal-usul judul ‘Delapan Sisi’ yang mengandung angka delapan mungkin bukan hanya karena ada delapan cerita namun juga ada delapan penulis yang terlibat. Yaitu Adityarakhman, Astri Avista, MB Winata, Norman Erikson Pasaribu, Prily V, Ridha A Rizki, RF Respaty dan Riesna Kurnia. Setiap penulis berasal dari latar belakang berbeda, baik dari segi daerah asal, latar belakang pendidikan maupun pekerjaan. Keberagaman tersebut makin membuat setiap cerita berwarna dan tidak membosankan.

Kedelapan penulis tersebut adalah angkatan pertama akademi bercerita yang diadakan penerbit Plot Point. Awalnya ada banyak kandidat yang mengirimkan naskah terbaik mereka. Naskah tersebut diseleksi secara ketat dan terpilihlah depalan penulis muda berbakat tersebut. Setelah lolos seleksi, mereka mengikuti pelatihan kurang lebih selama satu bulan. Mereka dijejali ilmu-ilmu berharga tentang dunia tulis-menulis, penerbitan, dan lain-lain.

Semoga ilmu yang didapat selama pelatihan dimanfaatkan semaksimal mungkin terbukti dengan karya-karya bernas selanjutnya. Ganbatte!


Actions

Information

3 responses

22 07 2014
Adityarakhman

Hai Sonya,

Saya mewakili teman-teman penulis di Delapan Sisi mengucapkan banyak terima kasih yah atas sharing review dan kesannya. Sangat berharga bagi kami. Semoga bermanfaat.🙂

15 09 2014
sonyawinanda

Terima kasih kembali Adit🙂
Really happy for you all writers!

27 10 2014
Adityarakhman

Salam hangat dari teman2 semua Sonya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s