Jumpa Lagi Lelaki yang Belum Kuberi Nama

17 09 2013

Selamat pagi lelaki yang belum kuberi nama. Dari senyum merekahmu yang datang setiap pagi di layar telepon genggamku, aku tahu kamu baik-baik saja. Sangat baik.

Aku ingin mengajukan sebuah permintaan. Aku janji, permintaan ini bukan aneh-aneh. Bukan pula di luar kemampuanmu sebagai manusia untuk memenuhinya. Aku meminta satu hari penuh bersamamu. Bolehkah? Satu hari saja, tak lebih, tak kurang, tapi pas. Kamu harus mengabulkannya karena aku tak suka ditolak.

Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu. Sesuatu yang belum diketahui sesiapapun. Semoga kamu adalah penyimpan rahasia yang baik. Tidak seperti kucingku yang selalu memberitahu semua teman-temannya ada ikan asin di balik tudungku. Mereka mengatur siasat dan menandaskan ikan asinku tanpa rimah.

Aku akan membawamu ke salah satu tempat rahasia. Aku punya ratusan bahkan ribuan tempat rahasia yang aku rahasiakan. Tapi yang ini adalah rahasia yang paling rahasia (astaga, memang ada perbedaan antar rahasia? mereka kan sama-sama tidak boleh diketahui?) ah, sudahlah, jangan bertanya karena itu rahasia.

Kamu tahu apa istimewanya tempat rahasia? Di tempat rahasia, kamu bisa mengatakan dan melakukan apa saja, sesuka hati. Karena apapun itu, selamanya akan jadi rahasia.

Jika kamu merasakan sakit dan jengah yang selalu kamu tekan dan pendam di dalam hati, inilah saat yang tepat untuk memuntahkannya. Tak perlu berupa ragu begitu, nanti keburu hatimu membusuk. Dan hati yang membusuk adalah seburuk-buruknya hati.

Tak perlu khawatir mantan pacarmu tahu kamu memaki-makinya dengan kata-kata yang tidak pantas diucapkan, bahkan pada binatang melata menjijikkan sekalipun. Kata-kata adalah udara. Ia mengambang bebas, dihirup rakus oleh paru-parumu, mengalir dalam darahmu, selamanya hidup dalam dirimu. Demikianlah mengapa para orang tua selalu berpesan agar berhati-hati pada kata-kata yang kamu ucapkan.

Tetapi tidak di sini, di tempat rahasiaku. Kata-kata adalah hujan. Deras atau pun gerimis, pada akhirnya tugasnya hanya jatuh dan pasrah diserap tanah. Ia menyuburkan tanaman, membantunya hidup. Hujan menyublim menjadi bahan makanan tanaman, sesuatu yang berguna. Tak seorang pun tahu bentuk aslinya.

Kamu tak perlu cemas menumpahkan tangis tertahanmu. Tangis yang kamu sendiri tak yakin apa musababnya. Menangislah, air matamu seketika akan menguap. Katamu lelaki tak menangis, ah, sudahlah, kamu juga manusia seperti aku, kita punya air mata yang jika telah menumpuk harus ditumpahkan. Jika tidak, tubuhmu aka berbau amis seperti ikan. Kamu tak suka ikan bukan? Terutama baunya.

Rebahkanlah tubuh lelahmu sejenak di padang rumput rahasiaku. Pejamkan matamu, rasakan pucuk rerumputan menggelitik manja pipimu. Nikmatiah bau segar embun semalam yang masih tertinggal di daunnya. Tertidurlah. Tertidur selama yang kamu mau karena waktu tak berdetak di sini. Lagi-lagi jangan tanyakan apa sebabnya karena itu rahasia.

Laki-laki yang belum kuberi nama, jika semua ini sudah selesai, aku akan memberimu sebuah nama. Nama yang tak bisa diganti meski kamu mengurusnya ke departemen kenamaan.

Terima kasih telah memenuhi permintaanku di sela-sela hiruk-pikuk hidupmu. Mulai sekarang, namamu adalah ‘tidak mungkin’. Tolong sampaikan salamku pada dia, kekasih barumu. Aku berdoa kalian bahagia sekarang dan di masa depan. Ah, tapi aku tak terbiasa berdoa’ dengan sungguh-sungguh.


Actions

Information

6 responses

17 09 2013
ricky

Ah, sungguh beruntungnya

17 09 2013
sonyawinanda

siapa yg beruntung?

17 09 2013
azuiway

aduh mbak… kok nagih ya… tulisan2 nya…
fufufu.. :3

18 09 2013
sonyawinanda

wah, terima kasih banyak ya, penghargaan sekali ada yg mau serius baca tulisan saya… salam mengarang!

18 09 2013
Kopi Rasa

nice writing, kakak (y)

19 09 2013
sonyawinanda

makasih dedek…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s