Bukan Selamat Tinggal

11 11 2013

_DSC5630Akhirnya waktuku habis juga. Penantianku menemukan pantainya. Hari yang sudah kukira-kira sejak lama, kubayangkan dan khayalkan seperti apa jadinya jika ia datang, akhirnya menampakkan rupa. Apakah bahagiaku akan membuncah? Atau malah terselip sebongkah kesedihan yang mampu membuat air mata rahasiaku jatuh?

Dan hari ini, ia memenuhi janji untuk datang padaku. Aku bingung memilih wajah berbentuk apa untuk menyambut. Di satu sisi, menunggunya adalah saat paling menyebalkan. Menunggunya adalah menunjukkan kesabaran yang tak pernah kumiliki. Sebaliknya, saat ia datang adalah tentang meninggalkan dan merindukan. Ia akan menjadi kenangan. Dan kenangan lebih sering menyakitkan.

IMG-20130820-00407Ah, aku akan merindukan kalian, sahabat-sahabat terbaik. Kumohon jangan bersedih karena merah matamu akan membuatku berfikir mengulangi langkah. Sebelum aku beranjak, kita akan saling memeluk dan berbagi keluhan yang terlalu vulgar untuk disampaikan pada si penyebab. Tetapi keluhan datangnya dari dalam diri, bukan hal di luarnya, kan? Kawan, semoga kita terus mengenang tawa renyah saat jam istirahat dan makan siang datang. Tawa itu semakin membahana saat hari Jumat tiba namun meredup di Senin pagi. Rasa kantuk dan mood buruk menguasai. Wajah ditekuk, tuts keyboard ditekan berlebihan, telinga disumpal earphone dengan musik volume maksimal. Kita tak mau berdamai tapi terlalu takut menghancurkan barang-barang. Maka kita memilih mengisolasi diri.

Aku juga akan rindu kamu, dinding beku. Teman terbaik dari yang baik. Aku tak begitu paham bahasamu. Aku merasa kamu tak mau aku pergi namun senang akhirnya aku berani mengambil keputusan. Tubuhmu adalah beberapa lapis kayu pilihan mahal yang tak bisa berbuat apa-apa ketika seseorang mengepal tinju atau membisikkan kata-kata kotor. Kamu tak bergeming ketika seseorang menangis tertahan  di hadapanmu. Kamu ingin berbagi bahu dan menyarankannya menangis sekuatnya.

Aku akan merindukanmu. Di saat mereka membuatku merasa tak berguna, kamu selalu ada memasang telinga dengan hati-hati. Tanpa balas mengoceh menyalahkanku. Entah mengapa mereka kerap memfitnahmu. Katanya dinding punya telinga, jangan bicara aneh-aneh di sini, pasti akan tersebar ke seluruh penjuru. Kamu memang punya ribuan telinga kecil yang awas namun mereka lupa satu hal, tak satupun mulut tajam berbisa yang kamu miliki.

2013-04-22 08.53.32Cerialah, aku sesekali mungkin akan mengunjungimu. Memastikan apakah mereka memperlakukanmu dengan baik. Sehingga kamu tidak mengambil keputusan yang sama sepertiku. Nanti akan kubawakan stiker bunga matahari kesukaanmu. Ah, lesung pipimu terlihat jelas saat kutempeli stiker itu.

Bergembiralah, tidak semua orang akan menyumpah serapah di depanmu. Mungkin suatu saat nanti mereka berani meludah di depan orang yang memang ingin mereka ludahi, bukan ke wajahmu lagi. Mungkin suatu saat nanti kita akan berhenti berpura-pura. Semoga.

Kawan, akhirnya kuucapkan ‘sampai jumpa lagi’ karena firasatku mengatakan suatu hari nanti kita akan berjodoh lagi. Kamu tahu kan  betapa firasatku terlalu sering benar?


Actions

Information

3 responses

9 12 2013
bellacitra

mbak son resign ceritanya… memang saat pertemuan pasti ada perpisahan kok :))

9 12 2013
bellacitra

nanti akan ada pertemuan yang menakjubkan lagi🙂 gudlak yaaaa

19 12 2013
sonyawinanda

Amiiinnn… thanks for coming again to my home Bella…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s